728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 Juni 2011

    Nasionalisme di Amerika Latin

    A.  Latar Belakang
    “Dunia Baru” atau yang dikenal dengan benua Amerika pertama kali ditemukan oleh Colombus memlalui ekspedisi pada tanggal 12 Oktober 1492. Sedang ekspedisi kedua dilakukan oleh Spanyol dipimpin oleh Juan de Grijalva dalam tahun 1518, yang menyusuri pantai Mexiko Sedangkan ekspedisi yang berikutnya dikaukan oleh Hernando Cortes kemudian merubah nasib peta politik Ameriaka Latin, Fransisiko Pozzaro, Jimenez de Quesada, dan Pedro de Valdivia. Tokoh-tokoh ini yang nantinya akan menmgawali politik kolonial di kawasan Amerika latin.
    Semenjak ekspedisi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut, kemudian Spanyol maupun Portugis secara intensif terus melakukan eksplorasi di kawasan Amerika Latin, yang tidak lain bertujuan untuk menguasai dan membentuk koloni-koloni baru di kawasan tersebut. Spanyol maupun Portugis saling bersaing untuk menguasai daerah-daerah di kawasan Amerika Latin. Yang pada akhirnya negara-negara kolonialisme ini mampu berdaulat penuh atas daerah-daerah di kawasan Amerika Latin ini melalui  penaklukan-menaklukan secara bertahap.
    Penjajahan dan penguasaan atas daerah-daerah di kawasan Amerika Latin oleh Spanyol dan Portugis yang berlangsung kurang lebih selama tiga abad, ternyata menumbuhkan benih-benih nasionalisme yang pada giliranya menjadi gerakan kemerdekaan kontra kolonial Spanyol dan Portugal.

    B.  Faktor-faktor yang Mendorong Munculnya Nasionalisme di Amerika Latin
    Benih-benih nasionalisme telah muncul di Amerika Latin semenjak rakyat penjajahan Spanyol, Portugal menerapkan politik kolonial di Amerika Latin. Berbagai bentuk eksploitasi yang yang dilakukan Spanyol dan Potugal di Amerika Latin. Panjajahan telah menyadarkan orang-orang Amerika Latin khususnya dari kalangan keturunan Eropa untuk berjuang melepaskan diri dari penjajahan bangsa Eropa. Orang-orang Amerika Latin yang menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan dan nasionalisme Amerika Lain notabeme keturunan Eropa, ini tidaklah mengherankan kerena orang-orang pribumi Amerika Latin boleh dikatakan masih barbar, kerena SDM (Sumber Daya Manusia) yang masih rendah. Sedangkan orang-orang Eropa yang menetap di Amerika Latin memiliki SDM yang relatif lebih tinggi dari pada orang pribumi. Ini terbukti bahwa gerakan kemerdekaan Amerika Latin dipelopori oleh orang-orang keturunan Eropa. Nasionalisme dan gerakan kemerdekaan di Amerika Latin didorong oleh beberap faktor dan pada umumnya, kesemuanya itu berasal dari unsur asing, dalam arti dari luar Amerika Latin, lima faktor tersebut adalah: 1) karena penjajahan asing, 2) pemerasan oleh gereja, 3) adanya intervensi asing, dan 4) faktor nasional Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

     
    a.    Faktor Penjajahan Asing
    Penjajahan Spanyol dan Portugis merupakan faktor utama dalam melahirkan semangat nasioalisme dalam diri masyarakat Amerika Latin. Berjuang melawan penjajahan asing merupakan tindakan patriotic dan revolusioner. Patriotisme ini yang lambat laun menyadarkan masyarakan Amerika Latin akan pentingnya bangsa, eksistensi bangsa, jiwa dan tujuan perjuangan bangsa, dan nasionalisme. Dalam hal ini, terutama Spanyol ikut menumbuhkan nasionalisme itu sendiri, hal ini dikarenakan begitu lamanya Spanyol mau mengakui kemerdekaan bekas daerah jajahannya. Sementara untuk Portugal pada tahun 1825 telah mengakui kemrdekaan Brasil dan Prancis pada tahun yang sama mengakui kemerdekaan Haiti.  
    b.    Faktor Pemerasan Gereja terhadap rakyat
    Pemerasan ini terutama dalam hal tanah, kekayaan negara, dan pengkristenan golongan rendah dari lapisan masyarakat terutama orang Indian, yang dijalankan oleh para pendeta Spanyol. Semua ini dipandang oleh masyarakat Amerika Latin sebagai bentuk pemerasan ynag dilakukan oleh orang-orang Spanyol. Sistem Katolisisme Roma yang berpusat di Itali, dan hierarki gereja yan di bawanya serta turut memperuncing perbedaan kelas-kelas sosial yang telah ada.
    c.    Faktor Intervensi Asing
    Campaur tangan bangsa asing nampak pada masa perang kemerdekaan dan pada masa perabg saudara atau revolusi. Campur tangan tersebut misalnya antara tahun 1585-1700 Inggris menjarahi jajahan Spanyol di karibia dan Amerika tengah. Dalam tahun 1621 armada Pet Heyn, Hendrik Brouwer dan Van Horn dari Belanda merampas pulau-pulau kecil jajahan Spanyol di Karibia. Dalam tahun 1700-an Prancis melakukan hal yang sama terhadap jajahan Spanyol di Amerika Latin.
    Di asamping itu muncul intervensi dari Amerika Serikat pada masa perang saudara di Mexico. Intervensi ini menghasilkan doktrin Monroe yang berbunyi “setiap campur tangan negara-negara Eropa terhadap Negara-negara ang baru merdeka di kawasan Amerika, akan dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat terhadap Amerika Serikat.” Pada awalnya sifat pernyataan dalam doktrin tersebut hanya bersifat defensive, namun lambat laun dipraktekkan terlalu jauh oleh Amerika Serikat, hingga melakukan intevensi fisik secara langsung terhadap persoalan negara-negara Amerika Latin.
    Dalih yang diterapkan Amerika Serikat dalam intervensi pada umumnya untuk melindungi jiwa dan harta benda milik warga negaranya di luar negeri, atau untuk ikut bertangung jawab membina perdamaian kawasan. Nama-nama yan dipergunakan diantaranya dalah “Manifest Destinty”, Elder Sister Policy”, dan Dollar Diplomacy.”
    Kekhawatiran terhadap paengaruh asing ini mulai timbul setelah selesai perang kemerdekaan. Hal ini dimulai ketika terjalin hubungan perdagangan yang meluas dengan Amerika Serikat dan Inggris, Amerika Latin mulai khawatir atas pengaruh asing mula-mula dibidang ekonomi, perdagangan, dan intervensi modal asing di sector perindustrian, kemudian menjurus lebih jauh pada kekawatiran terhadap pengaruh nilai-nilai kebudayaan asing.
    d.   Faktor Nasional
    Faktor ini merupakan factor inheren yang ada dalam diri masyarakat Amerika Latin. Corakmasyarakat Amerika Latin adalah paternalistis. Ikatan keluarga dirasa sangat kuat baik di desa maupun di kota, dikalangan masyarakat rendah maupun di antara lapisan elit modern. Sistem atau figur Paternalistis ini di bawa ke lingkuknga  sosial politik sehingga mengakibatkan Personality Politics. Seorang pimpinan harus bersifat berani dan jantan. Keberanian mengusir penjajah merupakan atribut dari pahlawan nasional dan nasionalisme, serta menjadi teladan dalam pembentukan jiwa nasionalisme.  

    C.  Tokoh-tokoh Nasionalisme di Amerika Latin
    1.      Brasil
    Nasonalisme di Brasil dipelopori oleh Ratu Maria dan keluarganya. Mereka melarikan diri dari Portugal ke Brasil, tiba di daerah Bahia dan menetap di Rio de Janerio. Ratu Maria sangat berperan terhadap Brasil, ia melakukan pembangunan daerah Brasil di bidang kesehatan rakyat, pendidikan, perbankan, jalan, dan gedung. Tokoh lainnya adalah Joaquim Jose Clasilva Xavier yang diseponsori oleh seorang dokter gigi, namun perjuangannya di ketahui oleh Spanyol dan ia dijatuhi hukuman mati. Perjuangan Brasil dalam melawan penjajah dilanjutkan oleh Juliao, ia berhasil dalam menyatukan petani-petani Brasil yang bersatu dalam Liga Petani dan melakukan perjuangan bersenjata di Rio Grande de Sul.
    2.      Haiti
    Di Haiti Nasionalisme di pelopori oleh seorang budak Negro yaitu Dominique Toussaint I’Overtune. Kemudian pada tanggal 1 juli 1801 Toussaint memproklamasikan kemerdekaan Haiti dan membuat konstitusi baru, namun pada akhirnya Toussaint ditangkap oleh Napoleon, karena Haiti merupakan garis pertama dalam mempertahankan Loussiana yang baru direbutnya. Perjuangannya dilanjutkan oleh Henri Christhope dan Jacques Dessalines yang kembali memproklamirkan kemerdekaan Haiti pada tabggal 1 Januari 1804, namun baru tahun 1825 Prancis mengakui kemerdekaan Haiti.
    3.      Kuba
    Di Kuba nasionalisme dilakukan melalui perjuangan berdarah atau dilakukan dengan jalan peperangan. Disaat negara-negara Amerika Latin lain telah merebut kemerdekaanya, Kuba masih berada di dalam gengaman Spanyol. Hal ini yang kemudian menyulut semangant nasionalisme orang Kuba untuk dapat berpemerintahan sendiri. Usaha awal untuk menggulingkan pemerintahan Spanyol di Kuba, dimulai pada tahun 1826-1869. Perjuangan dilakukan melalui gerakan bawah tanah yang kemudian berubah menjadi perlawanan terbuka. Pemimpin perjuangan ini adalah Jendral Narissco Lopez, Joaquin de Aguero, dan Pamon Pinto. Dalam kasus ini Amerika Serikat mulai terlibat  dengan memberikan bantuan kepada gerakan kemerdekaan antaralain berupa biaya dan perlengkapan perang.
    Pada tahun 1868-1878 terjadi peristiwa Perang Sepuluh Tahun, peristiwa ini merupakan perang perjuangan rakyat Kuba melawan penguasa Spanyol. Tokoh-tokoh perjuangannya adalah Carlos Manuel de Cespedes, Francisco aguleira, Maximo Gomez, dan Jendral Ramon Balanco. Perang Sepuluh Tahun ini semakin memperbesar semangat revolusi rakyat Kuba. Keterlibatan Amerika Serikat dalam memperjuangkan kemerdekaan Kuba semakin besar, karena banyaknya penduduk Amerika Serikat di Kuba yang menjadi korban, di mana kapal US Marine yang digunakan untuk mengambil pengungsi meledak di pelabuhan Hanava. Peristiwa ini menyebabkan Amerika Serikat mengumumkan perang dengan Spanyol pada tanggal 24 April 1898. Pada tanggal 1 Januari 1899 Kuba di bawah tentara pendudukan Amerika Serikat. Dalam pendudukan ini terdapat beberapa ketentuan resmi bahwa Guantanamo Bay, Bahia Honda disewagunakan kepad Amerika Serikat dan pada tanggal 20 Mei 1902 secara resmi Amerika Serikat menyerahkan kekuasaan Kuba kepada Presiden pertama Kuba yaitu Thomas Estrada Palma.

    D.  Perkembangan Nasionalisme di Amerika Latin
    Masyarakat Amerika Latin pada masa pemerintahan kolonial belum memiliki rasa senasib sepenangungan, karena nasib mereka masing-masing berbeda yang disebabkan oleh tingkatan atau struktur masyarakat yang mereka akui. Sehingga cita-cita mereka juga berbeda-beda. Benih-benih nasionalisme mulai muncul pada masa Perjuangan kemerdekaan sebagai suatu bentuk perlawanan atas jalannya pemerintahan Spanyol dan Portugis yang bersifat ekspolitatif dan diskriminatif terhadap penduduk asli Amerika Latin.
    Nasionalisme sebenarnya mulai muncul setelah jaman kemerdekaan Amerika Latin. Pada jaman kemerdekan masyarakat Amerika Latin mengharapkan mendapatkan suatu kehidupan yang lebih baik dalam segala bidang, namun pada kenyataannya tidak demikian. Setelah merdeka bidang pemerintahan di pegang oleh orang-orang Creol (Orang Spanyol yang lahir di Amerika Latin dan Tinggal di Amerika Latin) dan Meztizo. Sementara penduduk asli tetap dalam posisi bawah. Kondisi ini semakin menyadarkan penduduk Amerika Latin untuk meperjuangkan haknya, dari hal ini semangat nasionalisme pendudk Amerika Latin mulai tumbuh dan berkembang.

    E.  Permasalahan yang dihadapi Amerika Latin Seiring dengan Lahirnya Semangat Nasionalisme Pada Masa Kemerdekaan
    Perang atau perjuangan merebut kemerdekaan di Amerika Latin berhasil secara Politik dengan di capainya kemerdekaan, dan secara fisik berarti di wilayah jajahan teritorial menjadi wilayah nasional dari negara bersangkutan. Secara mental spiritual kesadaran akan pengabdian dan kecintaan tanah air yang lambat laun akan merubah dirinya menjadi suatu paham akan pentingnya nilai-nilai nasional sebagai landasan pokok dalam kehidupan pemerintahan sendiri (nasionalisme). Seiring dengan berkembangnya nasionalisme , permasalahan yang dihadapi oleh Amerika Latin setelah merdeka adalah sebagai berikut :
    1.  Bidang  Sosial Budaya 
    Amerika Latin yang mulai menggali nilai-nilai kebudayaan lama yang hampir punah karena penjajahan Spanyol dan Portugal, ingin menyesuaikan dengan nilai modern tuntut oleh jaman perubahan. Namun semua itu tidak berjalan dengan mudah seperti apa yang mereka duga. Timbul pertentangan-pertentangan antara harapan dan kenyataan, antara idialisme dan realisme, antara cita-cita dan kemampuan. Ketertingalan dalam tiga abad oleh ulah penjajah ingin dirubah secapat mungkin, sedangkan kemampuan manusia sangat terbatas. Persoalan-persoalan yang tidak pernah timbul dalam masa perjuangan fisik timbul mendadak pada saat setelah kemerdekaan, sendi-sendi persatuan mulai goyah karena terdapat kepincangan antara semangat kebebasan dan pembaharuan yang meluap-luap. Masing masing manusia ingin bebas berfikir, berbicara, dan bertindak sendiri sendiri. Hal ini memang masih banyak sekali terjadi pada negara-negara yang baru memperoleh kemerdekaan. Yang kurang baik adalah bahwa masing-masing manusia ingin menjadi pemimpin sendiri-sendiri. Paling buruk adalah karena masing-masing peminpin tidak dapat di atur, tetapi ingin mengatur dengan caranya sendiri.
    2.  Aspek Politik/sistem pemerintahan 
    Pada umumnya kondisi negara yang baru saja mendapatkan kemerdekaan kondisinya sangat menyedihkan, sepertihalnya Amerika latin dalam tahun 1825, rakyat belum dibekali pengalaman berpolitik dan menyusun organisasi politik dengan program-program yang jelas. Pengalaman parlemen sangat minim dan lebih dari separuh rakyat masih buta hurup karena jumlah lembaga-lembaga pendidikan yang kurang, karena politik edukasi pemerintahan penjajah ( Portugal dan Spanyol) kelaparan dan kesehatan tidak memperoleh perhatiaan, Pengalaman berekonomian pun tidak ada, masyarakat masih bercorak feodal dan aristokrat, didalam pengalaman berpolitik masih sangat terbatas.
    Dalam mencetuskan perang kemerdekaan sudah banyak terjadi perdebatan dari perbedaan pendapat secara prinsipan mengenai arah dan tujuan perang kemerdekaan. Bagi golongan kreol yang umumnya memegang tampuk pimpinan perjuangan fisik, perang kemerdekaan berarti mengusir penjajah dan membentuk pemerintahan sendiri yang merdeka dan berdaulat. Tetapi bagi rakyat pada umumnya tujuan perang kemerdekaan khusus orang Indian dan negro yang mereka inginkan adalah lepas dari perbudakan, emansipasi sosial, dan keadilan sosial. Dengan demikian yang terjadi  dalam perjuangan Amerika Latin baru berarti lepas dari emansipasi politik, belum disertai dengan emansipasi sosial.
    Mengenai bentuk pemerintahan yang pada umumnya memilih bentuk Republik namun masih banyak terjadi pertentangan, transisi mana antara Republik dengan Monarki. Hal ini pernah dipertentangkan secara fundamental oleh tokoh--tokoh perjuangan kemerdekaan seperti : San Martin, Simon Bolivar, Bel-grano, Rivadavia,Rivadavia, Sucre, Pueyrredon, dan Lucas Aleman.
    Masyarakat Amerika Latin yang baru  masih bercorak feodal dan aristokrasi. Timbul kelas-kelas baru dalam masyarakat, paling atas adalah para tuan tanah, dan bangsawan gereja yang umumnya adalah orang-orang Spanyol. Kemudian kelas menengah yang terdiri dari golongan Industrial dan para pedagang, sedang kelas yang paling rendah adalah kaum miskin seperti: petani penggarap sawah, par buruh. Terdapat kelas baru yang terdiri dari para militer yang mengagap diri nyalah yang paling berjasa dalam perjuaan kemerdekaan. Kelas inilah yang kemudian yang menjadi kelas militer, yang merintis sistem diktator di Amerika Latin, sehingga akhirnya banyak negara di amerika Latin yang terbiasa dengan Junta-junta militer. 
    3.       Bidang  Ekonomi 
    Rakyat Amerika Latin setelah mencapai perjuangan dengan mendapatkan kemerdekaan tidak adanya pengalaman ekonomi memaksa negara-negara Amerika Latin untuk mengikat  perdagangan dengan Inggris dan Amerika Serikat, untuk memulihkan potensi perdagangan terutama pertambangan yang banyak mengalami kerusakan dalam masa perjuangan kemerdekaan.
    Masalah kepemilikan tanah merupakan masalah pokok di Amerika Latin. jaman penjajahan terjadinya praktek-praktek Oligarki dan Nepotisme waktu itu, Gereja memiliki tanah yang sangat luas baik di daerah pedesaan maupun di dalam kota, sehingga siapa yang ingin bertempat tinggal di daerah tersebut harus menyewa kepada gereja. Di banyak negara di Amerika Latin masalah tanah seringkali manyebabkan revolusi atau pergolakan dalam negeri yang masih berlangsung sampai sekarang
    4.  Bidang  Pendidikan 
    Diatas sudah di singgung bahwa setelah Amerika Latin mencapai kemerdekaan rakyat tetap terbelakang dan buta huruf, untuk mengatasi kesulitan ini diusahakan pendirian sekolah-sekolah baru, namun hampir tiap pemerintah terbentur pada soal biaya. Pendidikan yang masih bersifat klasikal dan humanistik warisan dari pemerintahan Portugis dan Spanyol berangsur-angsur dirubah dangan  sistem pendidikan dari Inggris dan Amerka Serikat. Lembaga pendidikan masih terus di usahakan oleh golongan gereja seperti halnya: Chuquissaca di Bplivia, San Marcosdi peru, santa fernabota di Colombia, Cordoba di Argentinqa, dan Santiago di Chili, sedangkan di Brasil sendiri baru terdapat Universitas pada abad ke 20. Tetapi lepas dari itu semua Amerika Latin memiliki bayak tokoh pemikir yang terkenal  seperti  Jose Bonifacio De Andrada Silva (1765-1853), Seorang pemikir dari Brasil.andres Bello (1781-1838) ahli hukum, Penulis dan pendidik Chili : Lukas Alaman (1792-1853) seorang negarawan dan ahli sejarah Mexiko: Antonio Jose Irisasri (1786-1868) seorang ahli filosofi, penulis dan penyair kelahiran Amerika Tengah Jose Joaquin Olmedo (1780-1847) Penyair Ecuador
    5. Bidang Agama
    Di bidang agama rakyat tetap memeluk agama Katolik Roma, sedang golongan Indian, Negro, Mestizo, Multto pada dasarnya adalah pencampuran antara katolik, penyembahan berhala, dan kepercayaan-kepercayaan tradisional 
    Karena rumitnnya masalah yang dihadapi Amerika Latin setelah kemerdekaan maka timbulah perang saudara. Dalam masa Republik dan masa pembaharuuan (1822-1875) Mexiko mengalami pergolakan antara golonga Pro-raja dan golongan Konsevatif dan Sentralis melawan golongan Republik, Liberal, Federasi. Dalam pergolakan ini terjadi Intervensi langsung dari AS sehingga Jendral Wilnfield Scoot menyebrangi perbatasan Texas masuk ke wilayah Mexiko dari utara ke selatan dan menguasainya (14 sep 1847). Kemudian timbul pergerakan kedua dalam bentuk revolusi yang dikenal dengan Revolusi Mexiko (1910-1920) bertujuan untuk menggulinkan kediktaktoran Presiden Porpirio Diaz dan menyusun konsitusi. Tahap kedua (1917-1920) adalah tahap Konsolidasi hasil-hasil Revolusi dan pelaksanaan Konstitusi,
    Di Amerika tengah timbul pergolakan dari golongan Liberal melawan golongan Konservatif mengenai masalah Konfederasi. Dan akhirnya bentuk Konfederasi ditinggalkan tahun 1844, dan masing-masing negara berdiri sendiri.Colombia akhirnya hancur oleh perang saudara antara golongan Konservatif dan Liberal antara mereka yang ingin membentuik Republik kontra dan mencintai Monarki. Dalam tahun 1813 Colombia terbagi atas  Colombia, Veneszuela, dan Ecuador. Di Venesuela antara tahun 1835 sampai sekitar 1900an timbul pergolakan-pergolakan dalam negeri dan perang saudara antara golongan Konservatif dan Liberal golongan Republik dan Monarki, Federal dan Sentralis. Hal sama juga timbul di Argentian masalah pembagian kekayaan yang tidak merata (masalah kepemilikan tanah)makin meruwetkan situasi amerika Latin. Amerika Latin ternyata masih memerlukan waktu yang panjang untuk mengkonsolidasi hasil perang kemerdekaan dan hasil Revolusi.



    DAFTAR PUSTAKA

    Hidayat Mukmin. (1981) Pergolakan di Amerika Latin dalam Dewasa ini. Jakarta: Ghalia Indonesia
    Anonimous. (1988). Negara dan Bangsa. Jakarta: Gholier Internasional

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar :

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Nasionalisme di Amerika Latin Rating: 5 Reviewed By: Yulius Dwi Cahyono, M.Pd.
    Yulius DC. Diberdayakan oleh Blogger.
    Scroll to Top